“Using theories of behavior change to inform interventions for addictive behaviours”

CRITICAL APPRAISAL JOURNAL

Journal of Addiction, Volume 105, 1879-1892, 2010

Thomas L. Webb, Falko F Sniehotta & Susan Michie

Jurnal ini bertujuan untuk melihat kembali teori-teori perubahan perilaku yang direkomendasikan dan digunakan untuk mengintervensi perilaku adiktif. Masing-masing teori akan dikupas mengenai 1). Prinsip-prinsip atau dasar dari masing-masing teori, 2). Penerapan teori untuk merubah perilaku adiktif, 3). Penelitian-penelitian perilaku adiktif yang mempergunakan teori perubahan perilaku.

Terdapat 10 (sepuluh) teori yang dibahas dijurnal ini, yaitu (1) ControlTheory, (2) Goal-setting Theory, (3) the Model of Action Phases, (4) the Strenght Model of Self Control, (5 Protection Motivation Theory, (6) the Theory of Planned Behaviours, (7) the Health Belief Model, (8) the Elaboration likelihood model, (9) the Prototype Willingness Model dan (10) Social Cognitive Theory.

Menurut Glanz et.al (2008), bahwa ada 10 teori yang populer digunakan dalam pendidikan kesehatan/promosi kesehatan yaitu Social Cognitive Theory, Stages of Change Theory, Health Belief Model, Social Support and Social Networks, Patient-Provider Communication, Theory of Reasoned Action, Theory of Planned Behavior, Stress and Coping, Community Organization, Ecological/Social Ecology dan Diffusion of Innovation. Jadi terdapat 3 (tiga) teori yang similar digunakan, yaitu

  1. Health Belief Model
  2. The theory of planned behavior
  3. Social cognitive theory

Teori-teori perubahan perilaku sangat heterogen, namun dalam kisaran tersebut masing-masing teori dapat menjelaskan hal-hal berikut ini :

  1. Bagaimana individu/organisasi/masyarakat menjadi termotivasi untuk mengubah perilakunya,
  2. Bagaimana mereka menerjemahkan motivasi ini menjadi perilaku yang nyata,
  3. bagaimana mereka mempertahankan perilaku baru yang telah diadopsi tersebut dan usaha mengurangi risiko untuk tidak kembali lagi pada perilaku yang lama,

Berikut akan kami kritisi 3 (tiga) theori yang similar, yaitu

  1. Health Belief Model, teori ini dibuat untuk memahami seseorang yang akan berperilaku. Beberapa kemungkinan yang menyebabkan orang berperilaku adalah (i) ancaman kerentanan dan keparahan yang akan dirasakan, (ii) manfaat ataupun hambatan/keterbatasan yang akan diperoleh, (iii) motivasi individu, (iv) isyarat tindakan. Contohnya review yang dilakukan Janz & Becker (78), ada 46 penelitian yang direview untuk melihat kekuatan HBM dalam memprediksi perubahan perilaku kesehatan. Hasil dari review ini didapatkan bahwa merasakan hambatan secara significant 89%, kerentanan 81%, manfaat 78%, keparahan 65%. Sayangnya dalam teori ini motivasi tidak dipertimbangkan.
  2. Social Cognitif Theory, SCT menggambarkan hubungan antara kepercayaan/keyakinan dan perilaku adalah hubungan timbal balik dari proses belajar, reaksi dan pengalaman. SCT telah digunakan sukses dipergunakan untuk mengintervensi perilaku adiktif. Keyakinan diri diperoleh dari pengalaman, model, persuasi verbal dan factor fisiologis. Glanz et.al (2008) menyampaikan bahwa perilaku adalah interaksi yang berkesinambungan antara faktor kognitif, tingkah laku, dan faktor lingkungan.
  3. Theory of Planned behavior (TPB), hampir sama dengan theory of reasoned behavior. TPB menekankan pada intensi perilaku merupakan fungsi dari sikap, norma dan control perilaku. Perilaku dapat dirubah bila individu percaya akan pengaruh perilaku tersebut. Glanz et.al (2008) berpendapat bahwa keyakinan tentang kemungkinan hasil dan evaluasi dari perilaku tersebut (behavioral beliefs), tentang norma yang diharapkan dan motivasi untuk memenuhi harapan tersebut (normative beliefs), serta tentang adanya faktor yang dapat mendukung atau menghalangi perilaku dan kesadaran akan kekuatan faktor tersebut (control beliefs) dapat mempengaruhi perilaku seseorang.
READ  PEMANFAATAN CLINICAL DECISION SUPPORT SYSTEM (CDSS)

Teori-teori tersebut diatas dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi ranah emosi, kognitif dan motivasi individu sehingga akan didapatkan intervensi yang tepat untuk mengubah perilaku individu. Adopsi teori perilaku ini dapat secara langsung diterapkan untuk memilih teknik perubahan perilaku. Contohnya bila kita mengindentifikasi perilaku merokok mempergunakan theory of planned behavior, maka identifikasi yang kita dapatkan sebagai berikut :

BAGAN hbm

Jadi untuk menguatkan sikap maka perlu kita intervensi dengan memberikan tambahan informasi berkaitan dengan resiko merokok. Sedangkan untuk menguatkan norma social kita harus mengajak lingkungan keluarga berpartisipasi aktif membentuk lingkungan yang kondusif untu berhenti merokok.

KESIMPULAN

Terdapat banyak teori perubahan perilaku yang dapat dipergunakan untuk mengidentifikasi perilaku individu. Hasil dari identifikasi ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi untuk menentukan intervensi yang tepat untuk mengubah perilaku, baik perilaku kognitif, afektif maupun psikomotor.

Pada beberapa penelitian lain yang terkait ditemukan bahwa intervensi perubahan perilaku digambarkan berbasis teori perubahan perilaku, teknik perubahan perilaku yang dapat dipergunakan untuk memberikan intervensi yang efektif dan mudah dipahami bahkan dapat disadur.

Reference:

Glanz, Rimer, and Viswanath. 2008. Health Behavior and Health Education,Theory, Research and Practice.USA : Jossey Bass

Webb, T.L., Falko F. Sniehotta., Susan Michie. 2010. Using Theories of Behaviour Change to Inform Interventions for Addictive Behaviour. Journal Addictive.105. : London.

Comment



Leave a Reply