Payudara Kendor Karena Menyusui, Benarkah?

IMG_3965

(Oleh : Arifah Nur Prabawati & Team Kelas SMT III Kebidanan) ==>

Data Kementrian kesehatan RI menunjukkan bahwa hingga tahun 2011 sekitar 1.000.000 balita di Indonesia masih menderita gizi buruk. Hal ini sangat wajar terjadi. Mengapa demikian? Karena yang menjadi salah satu faktor penyebab tingginya angka gizi buruk pada balita di Indonesia adalah kurangnya kesadaran orangtua khususnya para ibu mengenai menyusui secara eksklusif.

Faktanya salah satu penyebab gizi buruk bagi balita di Indonesia adalah karena asupan ASI yang tidak memadai. Penyebabnya, bisa karena kualitas dan kuantitas ASI sang ibu yang memang tidak memadai untuk mensuplai kebutuhan balita tersebut. Namun  penyebab yang terkesan miris, banyak sekali kasus yang menyebutkan bahwa para kaum ibu enggan menyusui bayinya karena takut payudaranya kendor dan tidak lagi menarik. Sang ibu lebih memilih menjaga penampilan di bandingkan memberikan kebutuhan untuk buah hatinya.

Selain hal tersebut diatas, Keinginan seorang ibu untuk menyusui buah hatinya kerap kali terhambat oleh ketidak nyamanan yang timbul saat proses menyusui, seperti misalnya akibat gangguan kecil seperti bayi sulit menghisap ASI, payudara lecet dan lain-lain. kondisi-kondisi tersebut kerap menyurutkan niat ibu untuk memberikan ASI pada bayinya. dan hal tersebut sangatlah disayangkan.

Untuk mengatasi hal tersebut para kaum ibu harus melakukan perawatan payudara secara rutin. Dengan metode perawatan payudara ini di perlukan untuk menjaga kesehatan payudara saat menyusui, sehingga ibu bisa memberikan ASI tanpa perlu lagi untuk cemas payudaranya akan kendor, tidak indah, ataupun nyeri.
Berikut ini adalah tips bagaimana cara melakukan perawatan payudara pada ibu menyusui :
 Jangan bersihkan putting susu dengan sabun, cukup dengan air hangat
 Keluarkan asi terus dengan menyusui bayi.
 Kompres dengan baby oil supaya kenyal.
 Gunakan BH khusus ibu menyusui
 Massage payudara untuk ibu menyusui, teknik ini akan diterangkan selanjutnya di bagian lain dari tulisan ini.
 jika terjadi luka atau lecet pada puting, oleskan ASI di sekitar puting.
 jika puting melesak ke dalam, cobalah gunakan alat penarik putting.

Cara pemijatan saat menyusui:
1. Cucilah tangan sebelum memijat. Tuangkan minyak goreng atau baby oil ke telapak tangan.
2. Sokong payudara kiri dengan tangan kiri. Lakukan gerakan memutar kecil dengan dua atau tiga jari tangan kanan mulai dari pangkal payudara dan berakhir pada
3. puting susu. Lakukan hal tersebut di seluruh permukaan atas payudara. Lakukan hal yang sama pada payudara kanan.
4. Letakkan kedua telapak tangan di antara dua payudara. Urutlah dari tengah ke arah atas lalu menyusuri pinggir payudara ke arah bawah sehingga telapak tangan menyangga kedua payudara. Angkat payudara dan lepaskan keduanya perlahan. Lakukan gerakan ini sebanyak 30 kali.
5. Sangga payudara kiri dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan mengurut payudara kiri dengan sisi luar telapak tangan (arah sisi kelingking) dari pangkal payudara ke arah putting susu. Lakukan gerakan ini sebanyak 30 kali, bergantian dengan yang kanan.
6. Kompres kedua payudara dengan waslap yang dibasahi air hangat beberapa kali. Hal ini berguna untuk membersihkan sisa minyak dan melancarkan peredaran darah di daerah payudara.

Teknik ini lah yang dijadikan bahan penyuluhan mahasiswa dan jajaran Poltekkes Permata Indonesia dalam kegiatan praktek promosi kesehatan dan pengabdian kepada masyarakat di Pedusunan Pringwulung. Kegiatan dilakukan pada tanggal 17 Desember 2012 di pedusunan Pringwulung, Condong Catur, Depok, Sleman, Yogyakarta. Dibawah bimbingan ibu Harpeni Siswatibudi. Acara ini dihadiri oleh 21 ibu-ibu rumha tangga serta beberapa perangkat kampung lainnya. (Arifa & Team-Keb SMT III)

Comment



Leave a Reply