Menguji Kecerdasan dan Ketangkasan Mahasiswa

kebidananMengulang prestasi-prestasi sebelumnya. Mahasiswa program studi kebidanan kembali mendulang prestasi dalam ajang Lomba Cerdas Cermat (LCC) Kebidanan 2013 antar perguruan tinggi kebidanan se DIY-JATENG. Acara yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kebidanan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (POLTEKKES Kemenkes) Yogyakarta  ini diselenggarakan dalam rangka dies natalies XII Program Studi Kebidanan POLTEKKES Kemenkes Yogyakarta.

Bertempat di Kampus Jurusan Kebidanan POLTEKKES Kemenkes Mangkuyudan Yogyakarta. LCC kali ini diikuti 27 tim dari perguruan tinggi kebidanan se DIY-Jateng, memperebutkan Trophy  dan uang pembinaan. Lomba sendiri berlangsung pada tanggal 23 Maret 2013 dari jam 08.00 – 15.00 WIB.

POLTEKKES Permata Indonesia mengirimkan dua tim dalam ajang ini. Masing-masing beranggotakan Eka Nurhayati, Nissan Marwadiaz, Aprillia Daru Cahyani pada tim pertama, menyusul Prajna Pramita Tungga Putri, Mulya Cunda Ratu Reso, Bernadetha Siska Deni pada tim kedua. Dyah Muliawati, S.ST selaku dosen pendamping tim menjelaskan dalam ajang kali ini, POLTEKKES Permata Indonesia memasang target untuk masuk babak final setidaknya mampu lebih baik dibanding prestasi tahun lalu, sebagai juara harapan satu dalam ajang yang sama.

Lomba diawali dengan babak penyisihan, dimana para peserta berdasarkan tim masing-masing mengikuti tes tertulis. Soal tulis terdiri dari soal tentang ilmu kebidanan dan ilmu pengetahuan lainnya yang harus dipecahkan oleh masing-masing tim dalam 60 menit. Dari babak ini selanjutnya terpilih 10 tim yang akan berlaga pada babak penyisihan kedua.

Pada putaran ini tim pertama POLTEKKES Permata Indonesia berhasil masuk, sementara tim POLTEKKES Permata Indonesia lainnya gugur pada babak ini. Dari 10 tim ini selanjutnya mengikuti penyisihan untuk memperebutkan 3 kontestan yang melangkah ke babak final. Proses untuk menentukan 3 tim yang berhak maju kebabak final harus diulang tiga kali karena beberapa tim memiliki point yang sama. Setelah diulang tiga kali akhirnya terpilih tiga kontestan babak final, salah satunya adalah tim pertama POLTEKKES Permata Indonesia.

Babak final sendiri  diselenggarakan dengan model lomba cerdas cermat yang terdiri dari 3 babak. Masing-masing tim harus menjawab semua soal secara lisan. Nissan, salah satu personil tim satu POLTEKKES Permata Indonesia mengakui pada babak penyisihan mereka sangat percaya diri menyelesaikan soal tulis, tapi saat memasuki babak final kepercayaan diri timnya jadi hilang. “Kami kalah karena grogi saja, bukti pada sesi soal rebutan di babak final nilai kami justru mines 50 point” cerita alumni Program Kelas Akselerasi SMA Negeri 1 Wonogiri ini.

Ketua Program studi kebidanan POLTEKKES Permata Indonesia, Amalina Tri Susilani, S.SiT, M.PH menuturkan “Prestasi ini mengulang prestasi-prestasi sebelumnya, seperti juara English Debating Contest se-Jawa Bali dan Juara umum dalam Midwifery Intelligence Contest serta Lomba Paduan Suara Kebidanan pada tahun-tahun sebelumnya”. Selain sebagai ajang menguji kecerdasan dan ketangkasan mahasiswa, ajang seperti ini juga sebagai tolak ukur bagi para dosen dan pengelola di kampus, pungkas ibu dari 2 anak ini. Selain program studi kebidanan, mahasiswa POLTEKKES Permata Indonesia program studi lainnya juga merebut juara umum pertama dalam LCC Rekam Medis se DIY JATENG.

===============

 

Oleh : Suryadin Laoddang

Staff POLTEKKES Permata Indonesia

Comment



Leave a Reply