MENGUJI KEHANDALAN MAHASISWI DI TENGAH MASYARAKAT

Senin, 9 Juli 2012, meski matahari telah legowo berbagi cahaya pagi itu, tapi hawa dingin masih membalut udara pagi di Desa Sukahorjo, Kecamatan Ngaklik, Kabupaten Sleman Yogyakarta. Maklum desa ini hanya berjarak sepelemparan pandangan ke arah puncak Gunung Merapi, tepatnya di Kilometer 12 Jalan Kaliurang, poros utama menuju Gunung Merapi. Dalam cuaca dingin tersebutlah para kader-kader kesehatan beserta para perangkat RT/RW, dukuh dan kelurahan berbondong-bondong ke gedung pertemuan Balai Desa. Mereka mendapat undangan menghadiri acara pembukaan Praktek Kerja Lapangan (PKL) dan Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD).

Acara pagi ini selanjutnya akan dilanjutkan dengan kegiatan pendataan hingga penanganan masalah kesehatan masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan oleh para Mahasiswi semester IV Program Studi Kebidanan Politeknik Kesehatan Permata Indonesia dibantu para kader-kader kesehatan dan elemen masyarakat setempat. Program PKL dan PKMD ini akan dilaksanakan selama dua minggu mulai tanggal  9 – 21 Juli 2012.

Direktur POLTEKKES Permata Indonesia, Ery Rustianto, SKM, M.Kes.Epid dalam sambutan mengharapkan agar program ini mampu menempa kemampuan dan menguji kehandalan para mahasiswi dalam menghadapi problem-problem kesehatan masyarakat. Meski sebenarnya mereka telah teruji melalui praktikum di laboratorium kampus dan di instansi layanan kesehatan baik itu di puskesmas, rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya.

Senada dengan sambutan Lurah Sukoharjo, yang juga berharap agar mahasiswa mampu membantu pihak kelurahan dalam mengatasi permasalah keluarga di desa Sukoharjo yang sangat kompleks, terutama masalah kesehatan. Selain itu ajang PKL & PKMD ini mampu memberi ruang aplikasi bagi kemampuan akademis dan kemampuan aplikatif para mahasiswa. Lebih lanjut, dikemukan bahwa penyuluhan perihal kesehatan lingkungan, kesehatan ibu dan anak sangat perlu diintensifkan, terutama di daerah-daerah yang banyak mengindap penyakit deman berdarah (DB).

Salah satu peserta PKL & PKMD , Handriyani (20) mengaku siap mengikuti program ini, persiapan utama yang disiapkan adalah mental untuk berhadapan langsung dengan masyarakat. Gadis asal Flores ini juga mengakui, penyesuaian terhadap bahasa lokal Jawa-lah yang paling dipersiapkannya. Menurut informasi yang diterimanya, masyarakat di desa Sukoharjo lebih banyak menggunakan bahasa Jawa dalam komunikasinya sehari-hari.

Comment



Leave a Reply