“Conceptual Thinking Of Behavior Change”

Tulisan ini disusun Harpeni Siswatibudi

Di Indonesia saat ini sedang mengalami double dan triple burden, yaitu tingginya prevalensi penyakit degeneratif, tingginya angka drop out pengobatan TB dan tinginya kejadian DBD. Oleh karena itu beberapa program disiapkan untuk mengentaskan permasalahan tersebut, namun ternyata respon atau reaksi masyarakat berbeda dengan yang diharapkan. Selanjutnya kita harus lebih jauh menelaah perubahan perilaku pada masyarakat supaya program-program promosi dapat dijalankan dengan tepat sasaran dan tujuannya.
Skinner cit. Hall & Lindzey (1978) mengemukakan bahwa perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus (rangsangan dari luar). Skinner banyak dikenal orang sebagai tokoh yang konsen tentang perubahan perilaku, belajar dan modifikasi perilaku. Salah satu teorinya adalah Teori Pengondisian Operan, dimana konsekuensi-konsekuensi dari perilaku menghasilkan perubahan perilaku. Konsekuensi-penghargaan atau hukuman-perubahan perilaku. Contoh yang terjadi di wilayah kita ”kalau tidak merokok maka tidak punya teman, maka remaja cenderung mengikuti teman-teman lainnya untuk merokok.” Akibatnya merokok menjadi sebuah kebiasaan.
Terkait dengan perubahan perilaku untuk mengurangi kebiasaan merokok dapat dijelaskan dengan Teori Reasoned Action Model (Fishbein dan Ajzen (1980). Teori ini menyatakan bahwa sebuah perilaku adalah hasil langsung dari niat perilaku.

Dalam menelaah masing-masing kasus yang dihadapi supaya tepat sasaran, maka kita harus hati-hati dalam memilih teori yang akan dipergunakan sebagai dasar pengambilan keputusan berkenaan dengan upaya perubahan perilaku. Fertman & Allensworth, 2010 ; Glanz. et al,2008 menyampaikan beberapa teori sebagai berikut :
1. Intrapersonal : teori yang dapat digunakan yaitu
a. Health Belief Model, bahwa persepsi seseorang tentang penyakit yang diderita dapat mempengaruhi keputusan seseorang untuk mengubah perilaku kesehatannya,
b. Theory of planned behavior, yaitu keyakinan tentang kemungkinan hasil dan evaluasi dari perilaku tersebut (behavioral beliefs), tentang norma yang diharapkan dan motivasi untuk memenuhi harapan tersebut (normative beliefs), serta tentang adanya faktor yang dapat mendukung atau menghalangi perilaku dan kesadaran akan kekuatan faktor tersebut (control beliefs).),
c. Theory of reasoned action, bahwa sebuah perilaku adalah hasil langsung dari niat perilaku,
d. Transteoretical model/stages of change, perubahan perilaku merupakan suatu proses yang melalui beberapa tahap yang meliputi precontemplation, contemplation, preparation, action, dan maintenance.
2. Interpersonal, antara lain
a. Social kognitif theory, menyatakan perilaku adalah interaksi yang berkesinambungan antara faktor kognitif, tingkah laku, dan faktor lingkungan,
b. Social network dan social support theory, teori ini menyatakan bahwa dukungan dan hubungan sosial yang tercipta dimasyarakat dapat mempengaruhi perilaku kesehatan mereka sehingga dapat meningkatkan kesehatan fisik dan mental.
3. Populasi, yaitu
a. Communication theory, untuk mengubah perilaku, teori ini focus pada dua area, massage production yaitu pembuatan pesan /informasi serta bagaimana cara menyampaikannya,dan media effect dilihat dari level mana pesan tersebut sampai, individu, kelompok, atau masyarakat,
b. Diffusion of innovations model, teori ini menggunakan strategi marketing dalam pelaksanaan di komunitas dan fokus pada populasi yang mengadopsi perubahan dan karakteristik inovator, jika adopter melihat benefit pada inovator maka akan terjadi perubahan perilaku,
c. Community mobilization, teori ini berfokus pada strategi untuk meningkatkan kesehatan yang terdiri dari empat fase yaitu perencanaan mobilisasi, meningkatkan kesadaran masyarakat, membentuk koalisi action.
Setelah kita memahami konsep dasar perubahan perilaku maka selanjutnya adalah merencanakan pengembangan program, perencanaan ini dapat mempergunakan Interactive Domain Model (Kahan & Goodstadt, 2001). IDM terdapat fase diagnosis yang terdiri dari 4 langkah yaitu deskripsi masalah, mengidentifikasi promosi kesehatan yang ideal, pengaplikasian promosi kesehatan dalam kondisi saat ini, mengidentifikasi respon. Fase selanjutnya (step 5) yaitu planning mengembangkan rencana action sesuai hasil indentifikasi step 4. Pada step 6 adalah implementasi, dan step 7 mengevaluasi implementasi pada step 6 dan merevisi yang diperlukan.

Reference:

Fertman, Cl., & Allensworth, DD.2010. Health Promotion Program. San Francisco, US : A Wiley Imprint.

Fishbein, M., & Ajzen, I. 1980. Understanding Attitude and Predicting Social Behavior. Upper Saddle River, NJ : Prentice Hall.

Glanz, Rimer, and Viswanath. 2008. Health Behavior and Health Education,Theory, Research and Practice.USA : Jossey Bass
Hall & Lindzey, 1978. Theories Of Personality. John Willey & Sons : New York

Kahan, B & Goodstadt, M. 2001.The Interactive Domain Model of BestPractices in Health Promotion : Developing and Implementing a BestPractices Approach to Health Promotion.Sage Publication

Comment



Leave a Reply